Sahabat, seperti kita ketahui daging kambing merupakan salah satu daging yang paling di minati oleh masyarakat selain daging sapi

Karena meskipun daging  yang satu ini sedikit memiliki bau yang agak amis, namun jika di tangani oleh orang yang berkompeten maka daging kamping dapat di sajikan menjadi beraneka ragam makanan yang lezat seperti

Gulai kambing, sate kambing, sop, tongseng dan masing banyak lagi olahan kambing yang super lezat yang sangat menggugah selera

Namun sayang meskipun peminat daging kambing di pasaran sangat tinggi kebutuhan daging kamping masih sangatlah sedikit, sehingga pemerintah mau tidak mau harus mengimport daging kamping dari negara luar untuk memenuhi kebutuhannya

Nah tentu ini merupakan suatu peluang bisnis sampingan yang sangat bagus untuk kita berternak kambing karena permintaan pasar lokal yang masih tinggi, apalagi masih minimnya peternakan kambing di indonesia yang belum mencukupi kebutuhan pasar kita

Untuk itu kali ini saya akan berbagi tips cara ternak kambing potong yang menguntungkan buatu kita para pemula

Sehingga bagi sahabat yang memutuskan untuk terjun di dunia budidaya kambing sahabat tidak kebingungan lagi dalam mengembangkannya


cara ternak kambing

Berikut Cara Ternak Kambing Potong Yang Baik

1. Kandang budidaya kambing

Kandang adalah hal utama yang harus kita persiapkan dengan baik jika ingin melakukan usaha ternak kambing

Yakni harus sesuai dengan standart dan kualitas budidaya kambing pada umumnya dan ukurannya harus sesuai dengan jumlah kambing yang akan kita ternak

Berikut beberapa hal yang harus sobat perhatikan dalam pembuatan kandang kambing

  • Kandang kambing harus memudahkan kita dalam pemberian pakan terhadap kambing serta mudah dalam pengawasannya
  • Jarak kambing dari rumah minimal 10 m ( agar tidak mengganggu aktifitasi kita sehari hari seperti bau yang tidak sedap )
  • Hendaknya kandang kambing berbentuk panggung dan di bawahnya ada tempat untuk menampung kotoran kambing, sehingga mudah untuk kita bersihkan dan tidak mudah terkena penyakit akibat pencemaran kotoran 
  • Tinggi lantai dari tempat penampungna kotoran minimal 1 meter
  • Pada bagian pinggir dan tengah tempat penampungan kotoran di buatkan parit sedalam 20 cm s/d 50 cm menuju ke bak penampung kotoran ( agar kita bisa olah menjadi pupuk kandang )

2. Memilih Bibit Kambing Yang Bagus

Setelah kandang sudah kita siapkan, maka tahap selanjutnya adalah memilih bibit kambing yang bagus untuk kita ternak, agar kita bisa lebih mudah dalam memeliharanya

Dan dalam hal ini ada 2 jenis kambing yang populer yang harus sahabat ketahui yakni kambing etawa dan kambing jawa ( kambing kacang )

Keduanya sama sama bagus untuk kita ternak namun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing

Yang terpenting dalam memilih bibit kambing adalah jangan sampai memilih kambing yang penyakitan dan usahakan usia bibit kambing sudah mencapai 4 bulan, karena pada usia ini kambing sudah berkonsentrasi pada pembentukan daging, sehingga bisa lebih cepat untuk di gemukkan

Selain itu pilihlah bibit kambing dengan mata yang bening, bulu mengkilap, kaki lurus dan kokoh, tidak cacat serta tumitnya terlihat tinggi

Perhatikan juga mulut dari kambing jangan sampai berlendir, sebagai tanda bahwa kambing tersebut sehat dan tidak penyakitan

Jangan lupa juga untuk mengecek bagian anus apakah bersih atau tidak, karena ini juga tanda bahwa kambing tersebut sehat

Yang terakhir pilihlah kambing dengan bentuk ekor yang melebar dan tidak berbentuk seperti cambuk, karena menurut beberapa peternak bentuk ekor kambing yang melebar pebentukan dagingnya lebih maksimal


3. Pemberian Pakan

Nah ini sangat penting juga untuk sobat ketahui

Selain hijau hijuan segar seperti rumput, daun singkong, daun nangka, lantoro dan daun daunan yang berprotein lainnya

Kambing juga membutuhkan pakan yang padat dan berkonsentrat yang sangat berguna untuk proses penggemukan kambing sahabat

Pakan konsentrat ini bisa sahabat dapatkan di toko toko penjual pakan ternak, atau bisa sahabat buat sendiri dengan menggunakan ampas tahu, ketela pohon dan bekatul yang sudah di cacah dan di campur sebanyak 3 kg ( untuk ukuran 1 ekor kambing)

Dalam pemberian pakan daun hijau hijaunpun sebaik sebelum sahabat berikan ke kambing, haruslah di jemur lebih dahulu sekitar 1 s/d 2 jam untuk memastikan tidak ada racun yang tersisa di dalam daun yang bisa membahayakan kesehatan kambing

4. Pemiliharaan Kesehatan Kambing

Setelah tahapan tahapan di atas kita lakukan dengan benar, maka tak lupa juga yang harus kita perhatikan adalah kesehatan kambing

Ada beberapa hal yang harus sobat perhatikan dalam pemeliharan kesehata kambing tersebut

  • Melakukan pencegahan agar tidak terkana penyaik dengan cara melakukan pembersihan kandang dan lingkungan sekitarnya secara rutin minimal 1 minggu sekali untuk mencegah berkembangnya bakteri penyebab penyakit menular pada kambing
  • Jika di perlukan jangan lupa untuk mandikan kambing, terutama yang yang di duga bulunya terdeteksi membawa penyaki menular
  • Lakukan vaksinisasi secara teratur untuk menjaga daya tahan tubuh kambing terhadap beraneka ragam jenis penyakit lebih kuat
  • Lakukan pengamatan dan pemantauan pada masing masing kambing, jika ada yang terlihat janggal segera lakukan tindakan penjegahan

5. Reproduksi Kambing

Buat sahabat yang ingin memperoleh hasil yang maksimal dalam usaha kambing sahabat, maka sangat di anjurkan untuk melakukan reproduksi kambing jantan dan betina sendiri, sehingga tidak perlu membeli bibit kembali

Kambing yang sudah siap di kawinkan adalah kambing yang sudah berumur 8 s/d 10 bulan dengan ciri ciri alat kelamin kambing menjadi kemerahan, ekor yang di gerak gerakan, adanya kegelisahan pada kambing dan berkurangnya nafsu makan

Jika sahabat melihat tanda tanda ini , sahabat bisa mulai mengawinkan kambing betina dengan kambing jantan sahabat

Maka jika berhasil kambing betina akan mengandung selama 5 s/d 6 bulan dengan ciri ciri ketika hendak melahirkan adalah terlihat gelisah dan kambing menggaruk garuk lantai kandang

Demikianlah cara ternak kambing untuk pemula, semoga bisa bermanfaat dan bisa sahabat praktekkan, baca juga : steb by step cara ternak lele menggunakan kolam terpal


EmoticonEmoticon